Teaser "Ténéré" (song by SONDIA-Grown Ups)
Chapter 1 : they don’t know
Setiap bunga baru merekah dalam cahaya pagi,
Mengisi hatiku dengan keagungan dan sukacita . . .
Bahkan sebelum wanginya menjangkauku
angin kehancuran telah menyapanya dari pandanganku.
(Setiap bunga baru merekah-Jahan Malik Khatun)
Matahari masih belum saatnya kembali ke
singgasana, namun tampaknya awan tak mengizinkan cahayanya sampai ke bumi.
Langit begitu gelap seakan siap menerkam seluruh yang menapaki bumi dengan airnya. Terbukti
dengan rintik-rintik anak hujan yang mulai membasahi gadis berjaket hitam
dengan hoodie yang menutupi kepalanya
itu. Jalanan terbilang cukup sunyi untuk waktu sekarang. Hujan yang semakin
deras cukup menjadi alasan untuk melarikan diri dari aktivitas barang sejenak.
Menikmati secangkir teh hangat ditemani setoples kecil kue kering mungkin
pilihan terbaik untuk suasana hujan sore seperti ini. Namun betapapun derasnya
hujan sepertinya tidak cukup mampu menghentikan langkah kakinya. Seakan tak pernah
lelah, degan kedua tangan terkepal di kantong sisi jaketnya, gadis itu berlari kecil menyeberangi jalan ketika
tanda
bergambar orang hendak menyeberang
berubah hijau. Tubuh yang tampak rapuh itu tak sedikitpun peduli dengan
keadaannya yang mulai basah kuyub. Tepat saat tubuh itu dibawanya ke tengah
jalan, sorot lampu mobil begitu menyilaukan menghentikan langkahnya.
TIIIIIINN!!!!!
Beberapa
sentimeter lagi, jika saja mobil itu baru akan berhenti
beberapa detik lagi. Gadis itu menoleh sejenak, melihat seseorang dengan
tampang begitu terkejut di balik kemudi. Berbeda dengan gadis di depan
mobilnya, gadis itu tampak tenang tak bergeming sedikitpun. Raut wajah itu
terlalu datar untuk seseorang yang nyaris ditabrak.
“Shit! Hyung? Ada apa lagi sih?” suara berat
khas orang baru bangun tidur terdengar dari kursi penumpang.
“aku hampir saja nabrak orang Tae. Tunggu disini,
aku periksa keadaannya di luar.” Sahut lelaki yang dipanggil Hyung itu dengan nada cemas bercampur sisa terkejut
tadi. Baru sempat melepas sabuk
pengaman, gadis tadi sudah berlalu melanjutkan langkahnya seperti tak terjadi
apa-apa.
“Chogio? Agashi? Gwaenchaseubnikka?” Namun yang dipanggil hanya berlalu dengan
setengah berlari. tangannya hanya sempat meraih gantungan yang tak sengaja
malah lepas dari ransel gadis
misterius itu.
“Agashi!
Gantungan...” Percuma. Tak sedikitpun panggilannya mendapat sahutan ditambah hujan
yang semakin meredam suaranya.
Masih terlalu bingung dan terkejut
dengan apa yang barusan terjadi, sepertinya lelaki itu belum berhasil kembali
ke akal sehatnya. Lelaki itu mulai memperhatikan jalanan sekitarnya. Tidak ada
satupun mobil lain yang lewat. Sore menjelang malam, di tengah derasnya hujan,
belum lagi lokasi yang berada di pinggir kota. Ia bergidik ngeri dan langsung
bergegas kembali ke mobil.
“Tae-ya???Tae? Kim Taehyung!!” yang dibangunkan hanya membuka mata dengan
malas.
“Apa sih Hyung?”
“Tadi barusan aku hampir nabrak orang. Jelas-jelas
itu tinggal sesenti lagi. Tapi dia malah gak lihat aku sama sekali dan langsung
pergi gitu aja. Terkejut juga enggak. Malah aku yang hampir lepas jantungnya.”
Cerocosnya tanpa henti.
“ terus?” sahut Taehyung tanpa repot-repot bangkit
dari posisi berbaringnya.
“ya aneh aja. Mana jalanan sepi. Tidak ada orang
satupun. Jangan-jangan...”
“itu apa?” Merasa malas menanggapi perkataan namjoon
yang ia tahu arahnya kemana. Kali ini Taehyung menoleh sedikit sambil menunjuk
benda kecil yang terlihat seperti gantungan kunci ditangan Kim Namjoon dengan dagunya.
“hah? Dolpin ini? Aah... tadi aku coba menggapainya,
malah tak sengaja menarik ini dari tasnya.”
“ Lalu Hyung berpikir baru saja hampir menabrak
hantu yang meninggalkan tanda gantungan anak-anak untukmu? Maksudnya apa? biar
waktu Hyung mati nanti di surga bisa cari dia dengan tanda pengenal itu dan
kalianpun hidup bahagia abadi di akhirat.”
PLAKK
“aishh Hyung!!” pekiknya sambil memegang puncak
kepalanya
“Kau ini!! Aku serius tahu!”
“Hyung yang aneh. Mikir yang aneh-aneh. Kalau mabuk
ya gak usah nyetir.”
“aku tidak mabuk ya bocah! Dan kau sendiri yang
datang tiba-tiba ke tongkrongan minta diantar sampai rumah. Lagian waktu datang
tadi bisa nyetir, sekarang kenapa jadi aku yang repot sih?”
“aku masih di bawah umur”
“tapi kau bisa nyetir dan baru saja menyetir”
“aku tidak mungkin nyetir dalam keadaan mabuk”
“dan kau tidak dalam keadaan mabuk KIM-TAE-HYUNG”
“aku akan mabuk ketika sampai rumah abeoji. Dan Hyung akan memapahku sampai
kamar.”
“dasar bocah sok jagoan. Makanya jangan sok mau
kabur dari rumah. Pake acara pura-pura mabuk segala. Yang ada ayahmu akan
semakin marah.”
Hening.
Tidak ada jawaban karena yang diajak bicara sudah kembali ke alam mimpinya.
Atau mungkin hanya memejamkan mata agar yang sedari tadi bicara sadar bahwa
semua ocehannya hanya sia-sia. tidak ada yang tahu bahwa seseorang baru saja singgah pada masa lalu yang sama sekali tak diharapkan terulang kembali. tidak ada pula yang tahu bahwa seseorang baru saja melewatkan momen yang telah lama dinantikannya.
...
Comments
Post a Comment